Persebaya mendapat kesempatan istimewa bisa bertanding melawan Queens
Park Rangers (QPR).Pertandingan persahabatan melawan klub Liga Primer
Inggris itu pun disambut sangat antusias oleh para suporter Persebaya,
Bonek.
Tanpa perlu mengemis berharap dana bantuan –semisal
APBD- para pendukung setia Persebaya itu rela patun...gan untuk membuat
big jersey (kostum raksasa) dan spanduk raksasa. Pertandingan
Persebaya melawan QPR di Gelora Bung Tomo (GBT),Senin (23/7) lalu
berjalan cukup menarik. Persebaya yang tampil impresif tidak mau
menyerah begitu saja terhadap klub yang dilatih Mark Hughes tersebut.
Penampilan Taufik dkk yang penuh diterminasi mampu membuat
pemain-pemain QPR kerepotan.Bahkan, Persebaya bisa mencuri gol lebih
dulu melalui Fernando Soler yang memanfaatkan blunder kiper Robert Green
di menit ke-17,sebelum akhirnya kalah tipis 1-2. Saat pemain Persebaya
berjuang,para suporter pun tampil sangat atraktif. Kejutan yang muncul
pertama adalah dikibarkannya poster raksasa Ndas Mangap di sisi tribun
selatan.
Spanduk itu bergambar kepala Bonek dengan mulut
terbuka lebar sedang berteriak penuh semangat. Salam satu nyali,wani!
Spanduk tersebut sangat besar dengan ukuran sekitar 30x26 meter.Tidak
lama kemudian suporter di tribun utara tidak mau kalah. Sebuah kostum
raksasa berkibar juga.Ukurannya sekitar 30x18 meter. Sungguh luar biasa
suasana di BGT saat itu. Persebaya tampil luar biasa dan Bonek juga
sangat atraktif. Semua tertib.Tidak ada aksi anarkis.Bonek benarbenar
tidak mau dianggap suporter perusuh.
”Ini bukti bahwa Bonek
memang suporter yang kreatif,” kata Gego Skin,Bonek GAB15 atau suporter
yang biasa berada di tribun selatan.Cowok hitam keceng ini mengaku,
spanduk raksasa tersebut merupakan hasil swadaya para Bonek sendiri. Ia
menceritakan,spanduk tersebut dibuat dalam waktu sekitar sepuluh
hari.”Pertandingan itu hari Senin,spanduk baru jadi hari Jumat
sebelumnya,” tutur Gego.Pengumpulan dana tersebut salah satunya melalui
penjualan tiket jauh-jauh hari sebelumnya. Setiap pertandingan,
pembelian tiket dilakukan secara kolektif oleh koordinator.
Dari harga Rp25.000, dibeli lagi oleh Bonek Rp28.000.Selisih uang
tersebut sengaja dikumpulkan untuk pembuatan spanduk. Selain itu
penggalangan dana juga dilakukan melalui penjualan atribut Bonek
lainnya.”Pembuatan itu semuanya habis sekitar enam juta rupiah,”ujar
Gego. Sementara itu,big jersey Persebaya adalah bentuk dukungan para
suporter yang biasa berada di tribun utara. Para suporter itu menamakan
dirinya dalam Green Nord 27.
”Ide pembuatan big jersey itu
sudah ada sejak lama. Namun akhirnya bisa direalisasikan tepat saat
Persebaya akan melawan QPR,”ungkap Kaji Kampret,Bonek Keputih yang aktif
di Green Nord 27. Ditambahkan,untuk mengumpulkan dana secara swadaya
itu dibutuhkan waktu sekitar satu bulan.Sedangkan untuk pengerjaan
kostumnya sekitar 10 hari. ”Kita kumpulkan dana dengan cara menjual
flare, jersey,juga topeng.Rencana pembuatan big jersey itu trus kita
sosialisasi sehingga semakin banyak yang menyumbang,” ujar cowok jebolan
salah satu pondok pesantren di Kediri ini.
Setelah dirasa
cukup,para pendukung setia itupun memesan pembuatan kostum raksasa ke
penjahit.”Yang menjahit AbahYanto. Penjahit yang ada di sebelah selatan
Gelora 10 Nopember Tambaksari.Total biayanya sekitar tiga koma delapan
juta,”katanya. Kata Kaji,suporter hanya memberikan contoh kain dan
gambar kostum.Semua pengerjaan dilakukan Abah Yanto.
”Tapi kita
juga menemaninya saat mengerjakan itu.Jadi kami secara bergiliran
menemani Abah Yanto,” katanya sambil tersenyum saat ditemui SINDO di
sebuah warung kopi di kawasan Jalan Keputih,beberapa waktu lalu. Kaji
berharap,dengan kreativitas tersebut citra Bonek bisa lebih baik. ”Kami
tidak ingin Bonek yang diberitakan sisi buruknya.Kami ini juga punya
kreativitas.Pendukung setia tidak akan berbuat rusuh,”lanjutnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





kok ra mirip kowe ndes?????????????
BalasHapus