Minggu, 29 Juli 2012

Persebaya Tim Paling "Beruntung" melawan QPR

Persebaya mendapat kesempatan istimewa bisa bertanding melawan Queens Park Rangers (QPR).Pertandingan persahabatan melawan klub Liga Primer Inggris itu pun disambut sangat antusias oleh para suporter Persebaya, Bonek.

Tanpa perlu mengemis berharap dana bantuan –semisal APBD- para pendukung setia Persebaya itu rela patun...gan untuk membuat big jersey (kostum raksasa) dan spanduk raksasa. Pertandingan Persebaya melawan QPR di Gelora Bung Tomo (GBT),Senin (23/7) lalu berjalan cukup menarik. Persebaya yang tampil impresif tidak mau menyerah begitu saja terhadap klub yang dilatih Mark Hughes tersebut.

Penampilan Taufik dkk yang penuh diterminasi mampu membuat pemain-pemain QPR kerepotan.Bahkan, Persebaya bisa mencuri gol lebih dulu melalui Fernando Soler yang memanfaatkan blunder kiper Robert Green di menit ke-17,sebelum akhirnya kalah tipis 1-2. Saat pemain Persebaya berjuang,para suporter pun tampil sangat atraktif. Kejutan yang muncul pertama adalah dikibarkannya poster raksasa Ndas Mangap di sisi tribun selatan.

Spanduk itu bergambar kepala Bonek dengan mulut terbuka lebar sedang berteriak penuh semangat. Salam satu nyali,wani! Spanduk tersebut sangat besar dengan ukuran sekitar 30x26 meter.Tidak lama kemudian suporter di tribun utara tidak mau kalah. Sebuah kostum raksasa berkibar juga.Ukurannya sekitar 30x18 meter. Sungguh luar biasa suasana di BGT saat itu. Persebaya tampil luar biasa dan Bonek juga sangat atraktif. Semua tertib.Tidak ada aksi anarkis.Bonek benarbenar tidak mau dianggap suporter perusuh.

”Ini bukti bahwa Bonek memang suporter yang kreatif,” kata Gego Skin,Bonek GAB15 atau suporter yang biasa berada di tribun selatan.Cowok hitam keceng ini mengaku, spanduk raksasa tersebut merupakan hasil swadaya para Bonek sendiri. Ia menceritakan,spanduk tersebut dibuat dalam waktu sekitar sepuluh hari.”Pertandingan itu hari Senin,spanduk baru jadi hari Jumat sebelumnya,” tutur Gego.Pengumpulan dana tersebut salah satunya melalui penjualan tiket jauh-jauh hari sebelumnya. Setiap pertandingan, pembelian tiket dilakukan secara kolektif oleh koordinator.

Dari harga Rp25.000, dibeli lagi oleh Bonek Rp28.000.Selisih uang tersebut sengaja dikumpulkan untuk pembuatan spanduk. Selain itu penggalangan dana juga dilakukan melalui penjualan atribut Bonek lainnya.”Pembuatan itu semuanya habis sekitar enam juta rupiah,”ujar Gego. Sementara itu,big jersey Persebaya adalah bentuk dukungan para suporter yang biasa berada di tribun utara. Para suporter itu menamakan dirinya dalam Green Nord 27.

”Ide pembuatan big jersey itu sudah ada sejak lama. Namun akhirnya bisa direalisasikan tepat saat Persebaya akan melawan QPR,”ungkap Kaji Kampret,Bonek Keputih yang aktif di Green Nord 27. Ditambahkan,untuk mengumpulkan dana secara swadaya itu dibutuhkan waktu sekitar satu bulan.Sedangkan untuk pengerjaan kostumnya sekitar 10 hari. ”Kita kumpulkan dana dengan cara menjual flare, jersey,juga topeng.Rencana pembuatan big jersey itu trus kita sosialisasi sehingga semakin banyak yang menyumbang,” ujar cowok jebolan salah satu pondok pesantren di Kediri ini.

Setelah dirasa cukup,para pendukung setia itupun memesan pembuatan kostum raksasa ke penjahit.”Yang menjahit AbahYanto. Penjahit yang ada di sebelah selatan Gelora 10 Nopember Tambaksari.Total biayanya sekitar tiga koma delapan juta,”katanya. Kata Kaji,suporter hanya memberikan contoh kain dan gambar kostum.Semua pengerjaan dilakukan Abah Yanto.

”Tapi kita juga menemaninya saat mengerjakan itu.Jadi kami secara bergiliran menemani Abah Yanto,” katanya sambil tersenyum saat ditemui SINDO di sebuah warung kopi di kawasan Jalan Keputih,beberapa waktu lalu. Kaji berharap,dengan kreativitas tersebut citra Bonek bisa lebih baik. ”Kami tidak ingin Bonek yang diberitakan sisi buruknya.Kami ini juga punya kreativitas.Pendukung setia tidak akan berbuat rusuh,”lanjutnya.

1 komentar:

 

Sample text

Sample Text

Sample Text